Astaghfirullah ! Ternyata Kalimat Ini Paling Cepat Mendatangkan Azab dan Sering Kita Sebut Sehari-hari
Azab merupakan format balasan atas kekeliruan yang pernah dilaksanakan oleh manusia. Kesalahan tersebut dapat berupa tindakan atau perkataan yang tanpa disadari ternyata adalah dosa.
Itulah dalil kenapa insan diperintahkan guna berhati-hati dalam beraksi dan selalu mengawal lisannya. Jika tidak, maka neraka menjadi lokasi untuk menerima azab pedih atas kekeliruan yang diperbuat sekitar hidup di dunia.
Ternyata datangnya azab tidak mesti menunggu insan meninggal atau kiamat tiba. Ucapan ini kata ulama cepat menyebabkan azab sebab besar nilai dosanya. Bahkan, sebelum orang itu tidur malam, azab tersebut segera mendatanginya. Apa perkataan tersebut? Berikut ulasannya.
Ucapan yang mengundang azab dengan paling cepat itu ialah bersumpah palsu atas nama Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak tidak banyak kita mendengar seseorang menuliskan kalimat “Demi Allah”. Biasanya ini dibuntuti dengan kata “sumpah, demi Allah”.
Memang tidak seluruh orang berdusta ketika membawa bawa Allah ini. Namun tidak sedikit pun yang ternyata berdusta ketika mengucapkannya. Keberaniannya menyampaikan kalimat “Demi Allah” ini, seringkali untuk menutupi kekeliruan yang dilakukan, membantah tuduhan orang lain, dan urusan lainnya untuk mengayomi diri ketika didesak atas sesuatu. Biasanya, orang bakal berhenti memperpanjang sebuah perkara, andai orang yang diperkarakan membawa nama Allah dalam penjelasannya.
Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari contohnya saat seseorang meminjam sesuatu tetapi tidak mengembalikannya. Suatu hari empunya menanyakan untuk peminjam berhubungan barang tersebut. Lalu sipeminjam menuliskan sudah mengembalikannya, walaupun sebetulnya belum. Kemudian guna meyakinkan pemilik andai ia sudah membalikkan barang tersebut, maka dia bersumpah atas nama Allah.
“Serius aku udah ngembaliin bulan kemarin. Mungkin anda lupa, Sumpah demi Allah aku udah balikin barangnya”
Diantara kita tentu sering mendengar hal-hal demikian bukan? Maka ketahuilah, andai ternyata ucapan tersebut bohong, maka Allah SWT bakal segera menyebabkan azabnya. Bahkan, sebelum hingga orang itu tidur malam, Allah telah kirimkan bala tentaranya guna mengazab orang tersebut.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada anda sebesar-besarnya dosa besar?” Beliau mengucapkannya tiga kali. Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah (syirik) dan durhaka untuk kedua orang tua”. Beliau duduk sebelumnya beliau bersandar, kemudian beliau bersabda, “Ingat, pun perkataan palsu”, Perawi berkata, “Beliau tidak jarang kali mengulangi ucapannya, sampai kami bercita-cita beliau diam” [HR Bukhari, no 5918, Muslim no.87, lafazhnya untuk Bukhari]
Orang yang berbohong atas nama Allâh Azza wa Jalla ialah orang yang sangat zhalim. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
Dan siapakah yang lebih zhalim/aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kebohongan terhadap Allâh, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya tersebut tidak mendapat keberuntungan. [Al-An’âm/6: 21]
Secara jelas bahwa Allah SWT mengatakan andai orang zalim karena berbohong atas nama Allah tidak mendapat keberuntugan. Jelas bahwa ketiadaan tuah ini akan menyebabkan azab. Bahkan ulama mengatakan andai azab itu akan segera mendatanginya setelah Ia menyampaikan kalimat tersebut.
Semoga dengan memahami semua ini, anda semakin berhati-hati, supaya tidak terjebak dalam perbuatan berbohong atas nama Allâh sampai-sampai akan menemukan kebinasaan.
sumber : manaberita,com

Komentar
Posting Komentar