KULINER MADIUN "INUK TINUN" GURAMI ,OMAH SLAMET


"Waktu ketemu beberapa bulan lalu, Mas Harry ini puuutiiih kayak orang sakit. Lha kok sekarang item mirip wong alas," sambut Mas Ukki Cahyajati tertawa, saat saya memasuki resto Omah Slamet yang terletak di jalan raya menuju Dungus.

Saya datang ke resto Mas Ukki, seniman pengusaha yang jadi owner sekaligus chef Omah Slamet, karena diundang makan siang Mas Eko BEning Suhariyadi, seniman pengusaha juga yang kini bergiat di bidang advertising di Surabaya.

Kebetulan keduanya sedang reunian dengan beberapa teman semasa SMA 2 alumni 1984. Sambil berbincang tentang "mimpi budaya" untuk Madiun, saya memandang sekeliling dan terkesan dengan konstruksi omah joglo serta elemen artistiknya yang membuat resto Omah Slamet ini berhasil "memanjakan" selera keindahan pengunjungnya.

Kemudian berbagai menu terhidang. Tapi, yang paling "mengejutkan" saya adalah sajian GURAME TIM ala chef Ukki. Penjajiannya sederhana, tapi rasanya sungguh "inuk tinun"--istilah karangan saya untuk menyebut kuliner yang rasanya melebihi lezat dan nikmat". Dalam bahasa advertising Mas Eko BEning, "inuk tinun" mungkin tergolong keyword. Betul begitu, Mas Eko? Karena "inuk tinun" GURAME TIM ala chef Ukki itu apa boleh buat dipenggal separuh oleh istri saya.


 Untung tidak diserobot semuanya. Hahaha. Matur nuwun Mas Ukki dan Mas Eko. Salam untuk Mas Sugeng, Mas Hadi yang mengaku rumahnya di belakang pom bensin hahaha dan para sahabat yang gembira di Omah Slamet.....


Komentar